Tuesday, January 17, 2006

Menghasilkan Uang di Internet dengan Trading Forex

Banyak orang yang berpikir menganalisa forex merupakan suatu hal yang rumit dan semua penuh dengan segala rumus matematika yang menakutkan beberapa orang bahkan rela membayar jutaan rupiah untuk mengikuti kursus-kursus pasar modal yang mempelajari analisa tehnikal dengan perhitungan grafik yang rumit bahkan memusingkan karena kita sendiri jadi bingung frame mana yang harus dipilih 1 menit, 5 menit atau Daily?

Sebenarnya jika kita berfikir logis, jernih dan tenang maka akan terlihat sesuatu yang tidak terlihat karena dikaburkan oleh segala macam tetek bengek indicator dan rumus yang rumit tersebut. KISS ( Keep it simple stupid ) sebuah pedoman terbaik yang wajib diterapkan di segala bidang.

Untuk sukses bertrading Forex ada suatu prinsip dasar yang harus dipegang . Ingat anda bertrading ini artinya anda berdagang kalau anda berdagang berfikirlah dengan pola pikir seorang pedagang. Beli diharga murah lalu jual di harga tinggi ini adalah aturan nomor satu yang paling wajib diperhatikan. Tidak peduli apakah anda bermain saham, bursa komoditi, forex ataupun anda seorang pedagang konvensional, terapkan selalu prinsip tersebut.

Bertrading Forex memang berlangsung 24 jam non stop mulai berjalan dari market Australia sekitar pukul 04:00 WIB Dini hari lalu berlanjut pada pembukaan market Jepang mulai pukul 07:00 WIB pagi diteruskan pembukaan market eropa pada pukul 14:30 WIB sore hari dan diakhiri pada market Amerika yang buka pada jam 20:30 WIB malam dan ditutup sekitar jam 04:30 WIB dini hari.

Berdasarkan pada pengalaman, peran waktu atau sesi bertrading sangat berpengaruh pada hasil akhir kita menang atau kalah. Sekilas secara garis besar harga berjalan datar pada sepanjang pagi sampai sore hari waktu Indonesia bagian barat. Baru pada sesi market Eropa biasanya harga mulai menggeliat dan terbentuk dan puncaknya pada sesi market Amerika. Pada sesi market Amerika ada peluang besar untuk mendapat keuntungan besar dengan waktu singkat asalkan kita bisa memposisikan diri secara tepat.

Cara menentukan posisi Buy atau Sell
Setelah memperhatikan fenomena diatas maka sebaiknya kita bertrading pada waktu sesi market Amerika saja. Langkah pertama adalah menghitung range harga high-low masing-masing pairs mata uang pada hari itu.

Ada 4 macam mata uang yang umum diperdagangkan yaitu:

EURO – USD: Merupakan mata uang Negara uni eropa
GBP - USD: Merupakan mata uang Negara Inggris
USD - JPY: Merupakan mata uang Negara Jepang
USD -CHF: Merupakan mata uang Negara Swiss

Berdasarkan pengamatan rata-rata range harian
Cara menghitungnya selisih data High-Low setiap hari selama 1 bulan dibagi 22 hari kerja

EURO – USD: 115 POINT
GBP - USD: 150 POINT
USD - JPY: 90 POINT
USD -CHF: 130 POINT

Angka-angka diatas tidaklah mutlak baku tapi paling tidak jika pada saat kita akan entry dan range sudah sejumlah rata-rata tersebut paling tidak kita sudah pada jalan yang benar walaupun belum menjamin 100% kemenangan.

Jika kita perhatikan lebih seksama ada suatu pola tertentu yang saling berkaitan pada ke empat pasangan mata uang tersebut yaitu mata uang EURO-USD dan GBP-USD biasanya berjalan seiring berbanding terbalik dengan mata uang USD-JPY dan USD-CHF. Jika mata uang EURO-USD dan GBP-USD menguat maka biasanya mata Uang USD-JPY dan USD-CHF melemah . Demikian pula sebaliknya.

Tetapi perlu disimak lebih lanjut hal tersebut tidak selalu berjalan sesuai kejadian diatas ada kalanya salah satu nya bertahan sedangkan mata uang yang lainnya mengikuti pola yang sesuai biasanya. Jika terjadi demikian maka ada kemungkinan salah satu mata uang yang tertahan pergerakannya tersebut (mata uang yang berpola tidak seperti biasanya) telah berada pada titik terendah atau titik tertinggi harian dan telah mempunyai range harian yang sudah matang (sudah mendekati sama dengan atau lebih sedikit dari rata-rata range harian mata uang tersebut).

Tidak ada aturan khusus yang menyebutkan bahwa salah satu pasangan mata uang lebih gampang diperdagangkan semuanya mempunyai peluang yang sama hanya saja ada baiknya jika kita menyesuaikan dengan kekuatan margin kita.

Pergerakan pasangan mata uang Euro-Usd dan Usd-Jpy lebih stabil dengan kisaran range yang sekitar 100 poinan hal ini tentu saja menjadi lebih aman dimainkan dengan modal margin kita yang kecil dibandingkan dengan pasangan mata uang GBP-USD dan USD-CHF yang berkisar pada angka 200 poinan.

Dari kejadian yang telah saya amati dapat saya ambil kesimpulan bahwa sebenarnya uang atau modal spekulan kelas kakap seperti George Soros hanya diputarkan pada 4 pasang mata uang tersebut saja dimana selalu berusaha menyeimbangkan volume dan harga dari mata uang tersebut supaya pada akhir penutupan berjalan seimbang sesuai dengan rata-rata range high – low harian.

Arah pergerakan harga sebenarnya sudah terbaca dari pergerakan harga masing masing pasangan mata uang tersebut. Masalah pendekatan analisa secara fundamental dengan mencermati berita-berita ekonomi sebenarnya sudah tercermin dari pergerakan harga.

Saya membaca jadwal kalender berita ekonomi hanya untuk melihat jam-nya saja misalnya ada pengumuman berita ekonomi tertentu pada jam sekian. Berarti paling tidak mendekati jam tersebut akan besar kemungkinan terjadi perubahan harga secara ekstrem. Dengan kita mengetahui kira-kira kapan akan adanya pergerakan harga secara ekstrem paling tidak kita telah berhemat waktu dan tidak perlu seharian mengamati pergerakan harga di layar monitor. Kecuali kalau hal tersebut memang merupaka suatu hoby itu tentu saja tidak menjadi masalah bagi anda.

Bertrading sebaiknya mengikuti keadaan lapangan yang terjadi pada saat itu. Terlalu beresiko jika kita berusaha memprediksikan bahwa pada harga sekian akan terjadi bullish / bearish. Saran kedua, tunggu keadaan dan masuk begitu kesempatan benar-benar telah datang. Kunci utama lainnya tungguin trading anda sendiri.

Bertrading harus disiplin mengikuti sistem atau pola yang telah kita tentukan. Keserakahan dapat berakibat fatal saya rasa dengan 1 hari dapat mengantongi 30 – 50 point sudah cukup. Banyak kekalahan besar yang terjadi dari akibat keteledoran yang sepele.

Menentukan entry bisa dilakukan dengan atau tanpa bantuan chart ( Grafik ). Yang menjadi dasar pengambilan keputusan adalah harga tertinggi atau terendah range harian. Misalkan harga bergerak pada saat itu mendekati harga tertinggi pada hari itu, tunggulah dulu biasanya harga bergerak akan terus berusaha menembus harga tertinggi pada hari itu. Perhatikan range hariannya. Misalnya untuk mata uang EURO-USD range hariannya pada saat kita akan entry sudah mencapai 98 point besar kemungkinan harga tertinggi pada hari itu akan tertembus sampai beberapa point lagi diatasnya sebelum kemudian akhirnya harga berbalik arah karena aksi profit taking.

Jika anda tergolong seorang Risk Taker, sebenarnya bisa saja anda memanfaatkan keuntungan sewaktu terjadi koreksi harga tersebut dan anda bisa memetik 2 keuntungan sekaligus sewaktu harga terkoreksi naik sebentar sebelum akhirnya mengalami reversal ( pembalikan harga. ) hal ini bisa saja dilakukan tetapi saya tidak menyarankan untuk digunakan oleh pemula jika anda masih merasa belum begitu mengenal situasi pasar maka sebaiknya anda berlatih dahulu di rekening virtual anda dahulu sampai anda benar-benar menguasainya.

Dan jangan lupa pula perhatikan juga mata uang yang menjadi lawan mata uang yang kita pegang tersebut misalnya karena pada contoh kasus ini kita memegang mata uang EURO-USD maka perhatikan pula mata uang lawannya misalnya USD-JPY seharusnya pada saat yang sama USD-JPY juga akan berusaha menyentuh titik terendah sebelum pada akhirnya berbalik arah

Dengan memanfaatkan grafik pun kita bisa memperoleh informasi yang cukup jelas lagi jika anda pengguna software metatrader, cukup perhatikan pada time frame 5 menit & 15 menit saja. Indicator yang digunakan cukup Bollinger bands saja dan jika masih kurang yakin gunakan indicator tambahan yaitu RSI dengan seting periodenya 6.

Tetapi sekali lagi yang perlu diingat dasar utamanya adalah range harian High dan Low!

Jika telah terjadi break High ataupun break low baru anda perhatikan grafik candle stick anda terutama fokuskan pada frame 5 menit. Ini berguna supaya entry anda benar-2x persisi dan akurat pada harga serendah-rendahnya atau setinggi-tingginya.

Banyak orang yang justru terjebak pada pemfokusan grafik misalnya garis Moving average sudah cross atau sebagainya tetapi sebenarnya pada waktu itu range harga belum terbentuk secara matang, tentu saja hal tersebut bisa menjadi sangat riskan. Sekali lagi saya tekankan perlunya anda memperhatikan range harga yang sudah terbentuk.

Penggunaan garis pivot point support dan resistance pun bisa anda memanfaatkan untuk perbandingan mempertajam keputusan yang akan diambil. tetapi ingat sekali lagi patokan range hargalah yang menjadi fokusnya jangan anda menjadi rancu atau bingung karena segala macam indicator tersebut.

Misalnya mata uang EURO-USD sudah menembus break high perhatikan pada chart 5 menit anda candle stick akan telah menyentuh garis Bollinger bands bagian atas bahkan mungkin lebih tunggu dahulu sampai benar-benar telah mencapai puncaknya untuk lebih meyakinkan lagi konfirmasikan dengan time frame 15 menit baru setelah dirasakan adanya gejala reversal atau pembalikan maka baru anda melakukan entry

Pergerakan harga merupakan suatu hal yang kompleks yang melibatkan keempat pasangan mata uang tersebut satu sama lainnya. Hal ini tidak bisa dijelaskan secara detail. Demikian pula penentuan overbought ataupun oversold tidak mutlak berpedoman pada chart frame 5 menit atau 15 menit hal ini akan anda peroleh sendiri dengan jalan sering berlatih gunakanlah logika anda maka hal yang luar biasa akan anda dapatkan.

Saya ingin menjelaskan secara tertulis ataupun lisan tapi memang hal ini tidak bisa dijelaskan begitu saja sama saja seperti saya misalnya memberitahukan kepada anda harumnya bunga melati. Kita tidak bisa bukan untuk mendiskripsikan dengan kata-kata atau tulisan jalan satu-satunya supaya anda tahu ya cium dan rasakan sendiri harumnya.

Pelajari pergerakan ke 4 pasang mata uang tersebut EURO-USD, GBP-USD, USD-JPY dan USD-CHF disitulah letak kunci jawaban kemenangan anda.

Perhatikan contoh gambar berikut, Pada kasus ini anda memperoleh selisih range 190 poin Wow!!




Bertrading bukanlah suatu ilmu pasti 1+1=2 jadi jangan sia-siakan uang anda untuk kursus-kursus yang menjanjikan keuntungan trading secara pasti kalau memang kursus tersebut pasti bisa menjamin kesuksesan anda bertrading ngapain mereka masih sibuk buka usaha kursus bukankah lebih baik mengurusi trading mereka sendiri?

Kunci utamanya seringlah berlatih. Segala bacaan atau ilmu dapat anda peroleh secara gratis lewat googling browsing di internet atau bertukar pikiran dengan rekan-rekan millis

Trick diatas juga tidak menjanjikan keuntungan yang pasti tetapi paling tidak dengan menerapkan logika diatas anda sudah berada pada jalur yang tepat dan anda tidak bertrading secara buta. Anda sudah mendapatkan dasar dalam pengambilan suatu keputusan. Semoga masukan dari saya bisa memberi kesuksesan bagi kita semua.

Management Resiko
Yang namanya salah analisa atau perhitungan sangat wajar terjadi pada saat bertrading salah satu yang paling penting adalah margin anda. Trading yang aman sebaiknya hanya menggunakan 10-20% dari margin anda sisanya sangat diperlukan untuk menghadapi hal-hal yang terjadi diluar dugaan. Atau kalau tidak mau pusing jalan paling sederhana adalah melakukan cut loss.

Langkah pertama yang akan dibahas adalah melakukan tindakan average misalnya anda mengalami loss sampai dengan 50 point atau bahkan lebih tetaplah bersikap tenang tetap pada pedoman yang utama ambil tindakan berpedoman pada harga high atau low harian beraksi jika harga telah matang walaupun posisi masih kalah usahakan equity anda terus bertambah sehingga paling tidak anda memperoleh hasil impas dan modal awal anda tidak kena makan.

Langkah kedua adalah tindakan locking atau hedging tindakan ini maksudnya untuk membatasi kerugian anda agar tidak terus membengkak bersabarlah dan tetap berfikir tenang maka kekusutan ini akan dapat diselesaikan dengan cantik dan anda bisa tetap memperoleh keuntungan manfaatkan virtual account untuk belajar memanagement resiko anda.

Langkah ketiga adalah cutt loss hal ini tidak perlu dibahas lebih dalam karena sangat simple hanya anda akan mengalami kerugian sekian poin sesuai dengan apa yang anda mampu terima.

Dalam melakukan management resiko sangat diperlukan ketenangan sikap. Keputusan entry tetap berpedoman pada harga high dan low biarpun pada saat anda melihat minus pointnya sudah besar, tapi berpikirlah seolah anda masih tidak ada minus yang dikhawatirkan akibat panik anda langsung me-locking atau me-average posisi anda padahal harga bergerak saat itu belum matang akibatnya bisa tambah runyam.

Point utamanya adalah usahakan agar equity awal anda tidak berkurang akibat kesalahan menganalisa bayarlah kerugian point anda dengan point yang anda peroleh kembali dari trading yang baru.

Contoh kasus hari Senin 5 Desember 2005

Tema : Akibat serakah
Pairs: GBP-USD

Senin sekitar jam 23:00-24:00
Harga tick 1.7394 harga High di 1.7416 sudah koreksi turun ke 1.7364 balik kembali menuju ke 1.17390 an bergerak seakan susah menembus ke 1.7390 harga bergerak di kisaran 1.7385-1.7390 an bahkan cenderung untuk turun semua indikataor dan analisa chart juga menunjukan signal bearish range harga pun sudah dirasakan cukup matang di 140 an point.

Kondisi USD-CHF juga sudah stabil nilai range USD-CHF juga dirasakan sudah matang karena sudah mencapai 140 poinan Hanya USD-JPY yang dirasakan masih kurang.

Hal seperti ini rawan dan memicu untuk segera mengambil posisi walaupun sebenarnya harga masih bisa naik lagi tapi kesimpulan kita ini Cuma koreksi saja dan akhirnya ternyata harga di swing ke atas break high terus sampai mencapai puncak ke 1.7440 an.

Kejadian seperti diatas bisa menimbulkan loss yang cukup besar sebenarnya asal sabar masih bisa dicegah hanya saja kemampuan kita menahan emosi yang masih sangat minim sehingga mengakibatkan mengambil keputusan secara terburu-buru.

Jika anda bersabar dan tidak serakah pada hasil trading beberapa menit yang lalu sebenarnya anda sudah mengantongi kemenangan sekitar 30 poin persis seperti target. Dalam kasus ini kemampuan mengontrol dirilah yang menjadi factor loss atau profitnya.

Kesalahan fatal yang terus berlanjut
Begitu mendapati harga terus naik mungkin anda mencoba mengaveragenya namun tindakan ini terlalu dini karena anda mengaveragenya pas sudah pagi masuk sesi Australia-Jepang. Peraturan basic harus diingat bertradinglah di market Amerika karena di market Amerikalah pergerakan harga yang sebenarnya terbentuk.

Apa dasar saya mengambil keputusan entry?
Coba anda renungkan kembali pertanyaan diatas sebaik-baiknya!
Apakah karena chart candle stick apakah karena tehnikal indicator yang sudah konfirm? Sedangkan banyak diantara kita bahkan saya sendiri yang masih bingung mengadopsi time frame yang tepat 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 4 jam, daily, weekly, monthly?

Sedangkan jika di cermati indicator tehnikal juga mengkonfirmasikan secara berlainan pada setiap time framenya jadi mana yang benar? Saya juga bingung. Memang factor range bisa saja terjadi miss tapi apakah factor analisa candle stick dan tehnikal indicator lainnya juga bisa menjamin tidak pernah miss?

Bagaimana bisa saya tahu harga yang sudah saya dapatkan sudah tergolong cukup tinggi?
Anda hitung range rata-rata harian pasangan mata uang yang anda mainkan. Misalnya Euro-Usd rata-2x rangenya 115 poinan waktu anda akan entry anda sudah menghitung dan ternyata range sudah berada pada kisaran 112 poin sedangkan harga berjalan saat ini hanya selisih kurang 3 poin dari harga tertinggi ini sudah bisa dikatakan anda sudah memperoleh harga yang cukup tinggi bukan.

Sesial-sialnya anda, misalnya harga masih bisa naik lagi paling hanya selisih 20 poinan lagi tidak sampai kena sampai ratusan poin bukan.

Secara logika sederhana seandainya anda sudah mendapat harga yang sudah tergolong paling tinggi misalnya. Memang ada kemungkinan harga bisa naik lebih tinggi lagi tapi minimal selisihnya sudah tidak terlalu banyak bukan.

Contoh :
EURO-USD rata-rata range hariannya 115 poin

Waktu anda akan masuk market
High : 1.1804
Low : 1.1690
Harga tick bergerak saat itu: 1.1802
High – Low = 114 poin
Selisih dari harga High ke harga Tick = 2 point

Anda memutuskan untuk entry sell EURO-USD bisa jadi harga akan terus bergerak naik misalnya sampai ke 1.1815. Anda akan mengalami minus 13 point tetapi jika benar terjadi demikian artinya sudah bisa dikatakan tidak mungkin lagi anda sampai mengalami minus sampai 50 point ke atas karena range harganya pun saat anda masuk sudah diatas rata-rata.

Hal ini berbeda jika anda berpedoman pada indicator tehnikal RSI atau apalah yang lainnya itu saya yakin pada saat harga 1.1780 an saja sudah masuk ke indicator overbought dan bagi anda yang tidak mengetahui trick ini sudah memutuskan untuk entry dan pas harga di swing oleh market menuju ke 1.1815 anda sudah berkeringat dingin bukan? Bahkan mungkin anda sudah memutuskan untuk cutt loss.

Rahasia 4 Unsur
Dalam bertrading forex ada 4 macam pair Major seperti yang sudah dibahas diatas. Dalam pengamatan saya ke 4 unsur ini satu sama lain saling berkaitan dimana terdapat fenomena misalnya jika Euro-USD dan GBP-USD naik maka USD-CHF dan USD-JPY menurun mungkin sebagian dari pembaca sudah mengerti akan hal ini.

Tapi jika diperhatikan lebih lanjut lagi ada suatu keanehan yang kadang muncul, dimana salah satu pasangan mata uang tetap bertahan atau Cuma berjalan di tempat saja naik 5-10 point lalu turun lagi 5-10 poin.

Segera cek masing-masing range ke 4 pairs tersebut biasanya pasti salah satunya sedang berada dalam kondisi belum balance dan sedang berusaha menyesuaikan ketertinggalan rangenya sementara yang lainnya tetap berusaha menjaga kestabilan harga high atau lownya supaya tidak terlalu over.

Memang sedikit membingungkan dan sukar diceritakan secara tertulis hal ini bisa anda pelajari dengan berlatih membaca pergerakan major pairs tersebut gunakan logika maka akan anda temukan kuncinya.

Menghindari Signal palsu
Salah satu kekurangan tehnikal indicator dan charting grafik adalah kurang bisa mendeteksi signal palsu tampilan grafik dan tehnikal indicator seolah-olah sudah menunjukan overbought misalnya. Tapi pada kenyataanya harga terus melambung tinggi seolah sudah tidak peduli lagi pada segala macam aturan standart.

Keunggulan tehnik analisa Range point adalah bisa mengantisipasinya sehingga kita tidak termakan jebakan market atau Bandar. Memang tidak ada bukti nyata bahwa ke empat pasangan major pairs tersebut berkaitan tetapi berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan semua menunjukan bahwa memang ada kaitannya.

Posisi ideal adalah saat kedua pasangan pairs tersebut sudah konfirm.
Contoh:
Anda open posisi sell EURO-USD lalu perhatikan lawannya misalnya USD-JPY. Pada saat EURO-USD reversal seharusnya USD-JPY juga mengalami reversal pula. Jika anda entry pada saat sudah terjadi hal demikian bisa hampir dipastikan 99% anda pasti menang mengantongi paling sedikitnya 10 point. Yang harus diingat adalah tidak selamanya misalnya EURO-USD berlawanannya dengan USD-JPY bisa jadi EURO-USD berlawanan dengan USD-CHF. Pokoknya salah satu diantara 2 pairs tersebut.

Seandainya terjadi hal yang abnormal misalnya, justru EURO-USD berlawanan dengan GBP-USD maka saya sarankan wait and see dulu mungkin pasar / Bandar sedang merencanakan sesuatu hal.

Hal tersebut tidak akan anda dapatkan kalau hanya mengandalkan chart grafik atau tehnikal indicator.

Prinsip keseimbangan
Ke 4 major pair tersebut selamanya berusaha saling menseimbangkan hal ini tidak bisa dijelaskan perkata saya harap anda bisa membacanya. Cara membacanya adalah berpikirlah secara logika jangan terfokus hanya kepada salah satu pasangan mata uang saja.

No comments: