Friday, June 30, 2006

Defenisi Sukses

Email dari pak Goenardjoadi Goenawan diadaptasi dari milis IEU2002

Halo sahabat,

Melanjutkan jebakan Sukses, biasanya semakin tinggi sukses semakin tinggi rasa kekhawatiran kita, kita menjadi khawatir, dan sangat terobsesi oleh pikiran negatif, hidup seolah-olah menjadi pertandingan antara kita melawan dunia. Setiap hari rasanya banyak orang yang iri kepada kita, menjegal kita biang kerok atas kesalahan kecil kita, setiap hari menghatui kita membayang-banyangi seakan-akan kita ini seperti bintang film yang dikejar-kejar musuh. Kita menjadi khawatir, bagaimana dengan cicilan rumah? cicilan mobil? permintaan istri? belum lagi untuk handphone yang diminta anak-anak. Kekhawatiran kita terhadap berita-berita di koran apalagi acara Sergap, Buser, Derap Hukum, Liputan 6, Lintas 5, Reportase, dll.

Seakan-akan dunia ini penuh intrik-intrik dan kita merasa semakin capek, dan perlu Rekreasi.

Aneh...

Pekerjaan dianggap sebagai beban, dan pada saat Liburan menjadi hari merdeka, dan handphone pun dimatikan. Ini adalah sebagian dari efek jebakan Sukses yang dicapai karena Ego, karena ambisi, karena nafsu untuk mengejar Harta, Tahta, apalagi wanita.

Salam,
goenardjoadi goenawan


1. Sukses bukan keberuntungan.

Sukses adalah tergantung jalan yang dipilih, bukan karena suatu kemungkinan, suatu berita buruk yang harus kita terima adalah tidak ada orang yang perhatian terhadap masalah kita, tidak ada orang yang mau menolong kita. Karena setiap orang memperhatikan masalah mereka masing-masing, dan setiap orang punya masalah mereka tersendiri.
Ada orang kaya yang punya masalah anaknya tidak bisa biola, ada yang meraksa kekurangan waktu untuk dirinya sendiri, kurang waktu untuk fitness, luluran, bleaching, spa, dll. Oleh karena itu, janganlah mengandalkan keberuntungan, suatu waktu Dewi Fortuna akan datang, percayalah tidak akan datang.

Ada dua laternatif yang bisa anda lakukan daripada mengandalkan keberuntungan semata:

a. Anda secara aktif menggunakan paradigma orang lain,
Kalau anda ingin menjual apartemen, jangan mengatakan "tolong saya, uang saya kepepet, saya tidak sanggup membayar apartemen saya, tolong dioper, cicilannya Rp 9 juta sebulan" reaksi mereka "lho, anda mau saya yang mencicil Rp 9 juta setiap bulan menggantikan beban anda?"
Lebih baik anda mengatakan "hey, kamu tahu sekarang apartemen lagi diskon lho, view nya bagus-bagus, kapan kamu punya apartemen?"
Gunakan point of view mereka, jangan point of view anda.

b. Setiap orang punya masalah,
Maka lebih baik anda menolong amsalah mereka, tentunya merekapun akan berpikir "oh ya, karena aku dibantu dia, maka aku perlu membalasnya, dengan balik menolong dia"
Jadi hidup itu adalah simbiosis mutualisma, bukan simbiosis parasitisma.

2. Sukses bukan suatu kemenangan

Karena adanya kemenangan maka ada kekalahan, ini konsep yang salah tentang sukses. Sukses adalah karena dukungan banyak pihak, oleh karena itu, anda heran mengapa seseorang senantiasa mudah memperoleh dukungan orang lain?
Misalnya Ibu Shinta Nuriah mau begini-begitu maka banyak orang mendukungnya, mengapa? Karena beliau senantiasa memikirkan kepentingan orang banyak.

Mulai sekarang daripada anda berpikir "bagaimana caranya mencari profit Rp 200,000 per hari?" lebih baik anda mulai berpikir Makro.
"Bagaimana caranya membuat anak-anak sekolah lebih pintar Berhitung?"
Maka anda semakin banyak mendapatkan dukungan dan tidak ada yang melawan anda untuk anda kalahkan.
Daripada anda ingin mencari pelanggan sebanyak-banyaknya, lebih baik anda berpikir "Bagaimana caranya meningkatkan pengetahuan masyarakat?"
"Bagaimana caranya meningkatkan rasa percaya diri masyarakat?"
Dan anda akan semakin banyak mendapat dukungan, dari wartawan, dari atasan, dari istri, dari mertua, dari investor.

3. Sukses bukan prestasi

Sukses adalah bila kita mengerti, jadi yang paling penting bukanlah hasilnya namun caranya. Misalnya anda menghadapi Istri yang ingin cerai sudah 12 bulan tidak mau pulang.
Maka tujuan anda bukan lah supaya memaksa dia mau pulang dengan mengancam, atau menyudutkan dia, apalagi mertua. Lebih baik, anda mengerti dulu, mengapa dia tidak mau pulang. "Apakah anda selama ini kurang perhatian terhadap pasangan anda, anda mengorok, anda membaca koran, dan orang lain anda anggap kost, dan pemilik dunia adalah anda"

"Apakah anda selama ini boros, seakan-akan duit datang dari Mbah Marijan, tidak mau tahu terhadap uang sekolah anak-anak yang bejibun"
"Apakah anda mengerti bahwa hidup itu adalah sepenanggungan, artinya kalau anda bocor memberi kepada pasangan selingkuh anda, maka istri anda tentu keberatan keringatnya bocor untuk pihak lain."
"Anda juga tidak mau kalau uang bulanan anda diberikan kepada pacar istri anda"

Setelah anda mengerti, buatlah perubahan, dan tunjukkan, dan kemukakan secara fakta mengenai perubahan-perubahan pada diri anda, perubahan itulah yang dituntut istri anda. Bukannya pemaksaan penipuan, pembohongan demi istri ada pulang.

4. Sukses bukanlah untuk kita.

Sukses itu bukannya Dewi Fortuna datang membawa oleh-oleh untuk kita, itu tidak ada.

Kalau kita ingat, bahwa Ekonomi itu adalah bagaimana kita melayani kebutuhan orang lain dan mendapatkan profit, artinya, kita memikirkan keBUTUHan, perMINTAan orang lain, jadi bukan keinginan kita, melainkan keinginan orang lain.

Uang selalu ada yang punya, yaitu orang, oleh karena itu mengendalikan uang = mengendalikan orang lain = kepemimpinan, akar kepemimpinan adalah Kepercayaan.

Jadi yang paling penting adalah bagaimana caranya supaya kita dipercaya, mengapa kita dipercaya? Apa akar kepercayaan?

Akar kepercayaan adalah kepentingan pihak lain terhadap kita, jadi kita harus memikirkan Kepentingan orang lain, dengan demikian kita akan bisa mengendalikan orang = mengendalikan uang.


5. Sukses bukanlah yang paling penting

Sukses itu bukannya kita panen sapi kita beranak 12, sukses itu seperti kita pasang instalasi pipa air di rumah kita.

Pertama, kita pastikan sambungannya tersambung semua, kedua pastikan tidak ada yang bocor, karena kalau ada yg bocor, maka air tidak cukup tekanan untuk mengucur, nantinya tes... tes... tes... dan tidak sampai ke tingkat 2.
Kalau menyalakan air, pelan-pelan, kalau langsung tekanan tinggi, nanti bisa amburadul basah semua, malah merugikan, buka KRAN UTAMA pelan-pelan, sedikit demi sedikit, bukanya pakai apa? pakai langganan ke PAM, minta yang kapasitas besar supaya dipastikan air mengucur terus.

KAPASITAS anda misalnya 500 M3 per bulan tentu berbeda dengan KAPASITAS 5,000 M3 per bulan, jaringan pipanya lain, jaringan pipa untuk kepentingan bisnis, di apartemen berbeda dengan pipa untuk daerah kumuh. KAPASITAS tersebut tergantung dari MANFAAT anda kepada masyarakat. Misalnya anda bermanfaat menyediakan makan pagi orang sekampung, tentu berbeda dengan makan pagi seluruh Konglomerat di Wisma 46 lantai 46,.

Manfaat anda misalnya, guru les fisika, tentu berbeda dengan anda SEMINAR ENTREPRENEURSHIP seperti Tung Desem Waringin,.

KAPASITAS yang besar maka air anda akan mengucur, semakin deras, semakin lancar, tidak tes ... tes ... tes ... sewaktu anda menumpang di kost perusahaan orang lain.


6. Sukses bukanlah sebuah keuntungan

Pernahkah kita melihat cara kerja seorang Dokter?

Si pasien terilhat lemah tak berdaya, tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti sangat menderita, dan Dokter mengobati, ternyata masalahnya simple, ada duri yang menusuk gusinya hingga radang, duri dicabut, diberi antibiotik, beres.

Dari point-of-view pasien, masalah ini berat, luar biasa. Dari point-of-view dokter, ini masalah duri nyelip di gusi, terlihat mudah, demikian prosesnya, hal yang terlihat sulit, ternyata kalau dari point-of-view orang lain terasa mudah. Itulah efek perdagangan, memang dibutuhkan orang lain untuk mempermudah menyelesaikan masalah kita.
Misalnya biarpun seorang Dokter, membutuhkan Dokter lain untuk menganalisa penyakitnya, memang dibutuhkan point-of-view orang lain, maka, kita tinggal memilih peranan.
Setiap orang memiliki peranan, tukang gigi, tukang tulang, tukang roti, tukang gunting rambut, tukang cabut alis, tukang hand spa, tukang seminar, tukang menulis, tukang pembicara, tukang bidang hukum, masing-masing memandang dari point-of-view yang berbeda dan saling membuat kehidupan terasa lebih mudah, jadi efek BENEFIT atau MANFAAT itu adalah hal otomatis yang alami, tidak perlu mencari keuntungan, karena keuntungan sulit dicari.

7. Sukses bukanlah sekarang

Keuntungan yang besar sungguh sulit bila dilakukan ingin cepat, atau anda tidak mengerti arti kehidupan.

Sukses adalah sebuah proses, dan sebagi efeknya, atau akibatnya, atau outputnya berupa Kekayaan, namun kekayaan itu sendiri bukanlah tujuan. Yang paling penting adalah prosesnya, jadi FOKUS utama yang kita lakukan setiap hari bukanlah mengejar KESUKSESAN, namun kita mengerjakan MANFAAT, setiap hari menebar MANFAAT, menebar MANFAAT, menebar MANFAAT, fokus kita adalah MANFAAT, karena MANFAAT adalah akar KEPERCAYAAN,.

Kepercayaan adalah akar KEPEMIMPINAN dan Kepemimpinan adalah akar mengendalikan orang lain, dan setiap orang memiliki uang, dengan demikian Kepemimpinan adalah juga mengendalikan uang.

Bila anda secara konsisten senantiasa fokus pada MANFAAT setiap hari untuk orang lain, maka genap 2 tahun anda akan setiap hari menerima PAHALA, PAHALA, PAHALA, tidak perlu mengejar Sukses setiap hari.


8. Sukses adalah suatu usaha

Betul, namun usaha yang anda lakukan bukan anda lakukan untuk kepentingan anda namun adalah untuk kepentingan orang-orang banyak, jadi untuk itu anda lebih baik berpikir MAKRO.

Maka seketika itu anda akan mendapatkan dukungan orang lain, seakan hidup menjadi lebih mudah, daripada memikirkan bagaimana mencari Rp 10 juta per bulan? Itu lebih sulit, oleh karena itu lebih baik kita memikirkan bagaimana caranya membuat orang lain / masyarakat lebih pintar?
Bagaimana membuat masyarakat lebih percaya diri?
Bagaimana membuat masyarakat lebih nyaman?
Bagaimana membuat masyarakat lebih bangga?
Bagaimana membuat masyarakat lebih meningkat pengetahuannya?
Bagaimana membuat masyarakat lebih membangkitkan dirinya?

Saya setiap hari menyebarkan ilmu tentang bagaimana cara menjadi kaya dengan hati nurani, setiap hari, mulai dari bulan Oktober 2005 hingga saat ini, selama 8 bulan secara konsisten terus menerus, apa yang saya sebarkan adalah gratis, ilmu gratis, untuk semua orang. Rasanya 5,000 anggota milis tidak cukup banyak untuk mendapatkan ilmu ini. Ditambah pembeli buku saya di Surabaya, di Palembang, di Sumbawa, di Ambon, di Makassar, di Manado, di Bandung, Purwokerto, seterusnya.
Saya menyebarkan ilmu gratis (paling bayar biaya internet + cetak buku), dan setiap kali anda membeli buku saya, saya memperoleh royalty, dari ribuan orang, ratusan ribu orang, di manapun, di Qatar, di Jepang, di USA, asal ada internet.


9. Sukses bukanlah mencapai sesuatu

Bila jalan anda benar, maka anda akan menikmatinya, baik itu anda mencapai sesuatu atau tidak.

Pada saat anda melakukannya, anda merasa tenteram, damai, sentosa, dan kepuasannya melebihi mencapai deposito 1 Milyar, atau apapun, karena anda mengerti arti hidup ini. Maka anda akan merasa bahagia, setiap detik, setiap saat apapun yang anda hadapi,


10. Sukses adalah hidup

Benar.


Sering kita bertanya, saya sudah sukses, namun mengapa semuanya serasa tidak pernah cukup? Mengapa sudah ada ini-itu, namun selalu ingin sesuatu yang belum ada? Itulah masalahnya.

Ada sebuah test kecil.

Bambang naksir Mayang,
Halimah marah-marah
Panji Memukul Bambang.

Siapa yang paling tidak bersalah?

Bambang?
Mayang?
Halimah?
atau Panji?

Bila anda menjawab Bambang berarti anda mengutamakan Keadilan, keadilan untuk anda, dan anda tidak merasa mengambil hak nya orang lain, dan anda merasa telah mencukupi masing-masing pihak.

Bila jawaban anda Mayang, maka anda mengutamakan Cinta, dan anda merasa lebih baik mati daripada hidup tanpa cinta, seperti Cleopatra cinta kepada Julius Caesar

Bila anda menjawab Halimah, maka anda mengutamakan Usaha, atau Tanggung Jawab, anda telah berusaha dari jaman Malari hingga jaman Kopkamtib jerih payah anda harus dihargai, dan anda memiliki tanggung jawab terhadap keturunan anda.

Bila anda menjawab Panji maka anda adalah pembela kebenaran, anda pikir memukul Ayah anda tidak masalah demi membela Ibu anda, manakah yang anda pilih?

Rasanya apapun yang anda pilih selalu timbul dilema, itulah kehidupan, maka... ada pepatah :
umur 30 anda mengutamakan ambisi,
umur 40 anda tidak lagi bermimpi,
umur 60 anda mengerti kebenaran dari yang anda dengar,
umur 70 anda mengikuti kata hati.

Tahukah anda KEBENARAN sejati?

Apa yang di atas kemanusiaan? di atas dari kewajiban menolong manusia? di atas rasa cinta? di atas rasa membela orang yang lemah? di atas dari Keadilan? Yaitu TANGGUNG JAWAB, oleh karena itu, setiap pernikahan selalu membutuhkan ikatan Ilahi, mengapa?

Karena pernikahan membuat suatu penciptaan makhluk manusia baru, yaitu anak-anak, dan Tuhan sudah melihat begitu banyak anak-anak yang keleleran, dan menjadi yatim piatu kurang diurusi, maka lebih baik anda bertanggung jawab atas anak-anak anda, bila tidak maka anda akan berurusan dengan Tuhan, sebagai Sang Pencipta. Jadi, pada saat kita mengerti Kebenaran, maka hidup kita akan mendapat pencerahan, kita tidak lagi merasa bimbang, merasa khawatir, merasa bersalah, dan kita senantiasa tersenyum, pada saat anda akan bercerai, anda tersenyum, bahwa anda telah mengerti apa arti hidup ini, pada saat anda akan bangkrut, anda akan tersenyum bahwa anda telah mengerti apa arti hidup ini, pada saat itu anda telah menemukan Jati diri anda,


Salam,
Goenardjoadi Goenawan

1 comment:

dronbyfoto said...

I'm impressed with your site, very nice graphics!
»