Sunday, June 25, 2006

Menghadapi Masa Sulit

Email yang menarik untuk dibaca berulang kali dari milis IEU-2002 dari pak Goenardjoadi Goenawan

(24 Maret 2006)
------------------

Halo sahabat,

Saya sering jalan-jalan ke Mall akhir-akhir ini.

Saat ini hari Jum'at jam 15:00 saya lihat sendiri Mall-mall pada sepi, di beberapa Toko keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa sales counter untuk mengobrol.

Kalau kita baca di Kompas hari ini, penjualan pakaian, dan indeks belanja konsumen riil menurun, terakhir sejak kenaikan BBM Oktober 2005 anjlok dan naik sedikit karena Lebaran dan Natal akhir tahun 2005 sejak itu langsung anjlok.

Efeknya, dengan kenaikan BBM, banyak perusahaan yang tadinya meningkatkan harga jual, tidak tahan, bahkan menurunkan harga. Penjualan mobil Hyundai menurun 50% dibandingkan tahun lalu, jangankan mobil Hyundai, Sepeda motor saja penjualannya anjlok.

Bagaimana kita menyikapi keadaan yang sulit ini?

Ada bebarapa hal yang bisa menyelamatkan kita:

Tinggalkan ego pribadi,

Kalau anda terbiasa baca koran, naik mobil, dan minum Starbucks, janganlah merasa terpenjara oleh kebiasaan itu. Satu hal yang dirasakan hilang pada saat seseorang berpindah dari Karyawan menjadi Pengusaha adalah moment-moment makan siang bersama teman-teman, ngopi di starbucks atau music cafe. Kalau sudah jadi Pengusaha, mau diklaim kemana biaya Starbucks?

Janganlah terperangkap oleh ego pribadi, semua hal di dunia ini hanya titipan saja,. kalau suatu saat anda diminta untuk naik angkot, nikmati saja!

Naik Busway,.,. wow itu kemerdekaan rakyat sejak Reformasi tahun 1998.

Jangan merasa down hanya karena kehilangan satu jabatan, anda harus bersyukur bahwa anda di PHK sebelum semuanya terlambat, saat anda umur 55 tahun anda harus post power syndrome, sekarang anda berpikir, power siapa yang perlu kita syndrome?

Hidup ini bukan untuk kita, kita ini hanya melaksanakan tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu untuk menolong sesama, jadi setiap pagi kita wajib lapor dan menanyakan tugas-tugas kita untuk setiap malam menjelang tidur kita laporkan hasilnya saja.

Apa yang kita miliki tidaklah menjadi penting karena semuanya itu sifatnya fana, dan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan apa yang ada di hadapan kita untuk melaksanakan tugas.

Anda sama dengan saya.

Bedanya, saya tidak ada yang menggaji, malah saya harus menyediakan gaji untuk Karyawan.

Namun, coba kita lihat, 5 bulan yang lalu saya bengong-bengong mikirin Franchise, sekarang profesi saya baru: penulis. ya ampuuuuuuun dari dulu saya saking penginnya jadi penulis sampai saya menulis buku sendiri terus difotokopi dan dijilid dibagikan dan ditertawakan teman-teman.

Kemarin saya ke Gedung Kompas ke penerbit Elex Media untuk revisi buku ke-2.

Ya betul buku ke-2 judulnya: MATA AIR UNTUK DAHAGA HIDUPKU.

Besok saya mulai seminar untuk buku pertama MENJADI KAYA DENGAN HATI NURANI.

Tadi saya ke Bisnis Harian Rakyat Merdeka untuk mengiklankan (secara bagi hasil) seminar Menjadi Kaya dengan Hati Nurani tanggal 7 april jam 19:00 di JDC.

Barusan saya ditelepon Oki dari Krawang yang menanyakan mau datang dari Krawang besok ke Grogol ikut seminar saya, dan teman saya Edi dari PT Indonesia Comnet Plus anak perusahaan PLN dalam bidang komunikasi telepon mau mengundang untuk pertemuan tahunan perusahaannya dengan Topik training Mendeteksi Trend Marketing.

Bayangkan, PLN itu adalah penyelenggara listrik negara. Kalau ngga ada listrik, kita semua naik andong dan becak. PT Indonesia Comnet Plus adalah bidang Komunikasinya, artinya yang mengontrol semua jaringan PLN, bahkan Telkomsel, PT Telkom, Satelindo, Indosat, Makro, semua menggunakan jaringan PT Indonesia Comnet Plus, bayangkan, dan saya diminta untuk memberikan training.

Artinya apa?

Apakah saya luar biasa? apanya? saya sama dengan anda, bedanya saya telah meninggalkan ego saya, dan hidup untuk orang lain.

Dan ternyata orang-orang lain itu sungguh luar biasa. Saya mendapat message tentang Komentar teman-teman setelah membaca buku saya MATA AIR UNTUK DAHAGA HIDUPKU:


Buku ini sangat inspirasional! Sangat menggugah hati dan sudah dibuktikan bahwa dengan menolong orang lain juga dapat menjadi Kaya.
Regards, Hendy Setiono
Waralaba Kebab Turki Baba Rafi
www.babarafi.com

"The more we give, the more we get adalah juga filosofi di tempat kami bekerja. Itu sebabnya kantor konsultan franchise kami tidak terlalu perhitungan dalam memberikan sharing pengalaman baik dalam konsultasi maupun workshop. Memberikan yang pantas adalah fair, memberikan lebih adalah berteman, memberikan tanpa pamrih adalah mulia. Saya yakin buku
ini mengarahkan pembacanya untuk mencapai kemuliaan. Menghindari kita terjebak menjadi greedy, tamak dan menindas sesama. Buku yang akan menyentuh jiwa yang paling dalam dari manusia pengusaha dan kita semua. Selamat membaca!"
Burang Riyadi
International Franchise Business Management (IFBM)

Kesempatan itu banyak asalkan fokus hidup kita bukan pada diri sendiri,. karena diluar sana begitu banyak orang-orang yang membutuhkan kita, bahwa hidup ini bukan untuk kita, dan sungguh besar Karunia Allah bagi kita asalkan untuk orang lain.

Tidak masalah kita tidak punya apa-apa, selama orang-orang lain semua memiliki kita.

Salam,
Goenardjoadi Goenawan

1 comment:

Thomassamuel said...

Got a response before I could finish my sandwich. Apply online for credit cards here and get approved very fast, just like me.